Minggu, 07 Oktober 2012

Menjawab Tuduhan Nabi Muhammad Adalah Perampok


Menjawab Tuduhan Nabi Muhammad Adalah Perampok


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ

Dalam tulisannya kaum kafirin penghujat menyebutkan historis Nabi Muhammad Saw. seperti berikut:
“Setelah menikahi Khadijah, wanita pedagang kaya, Muhamad berhenti bekerja. Untuk mengurus enam anak mereka dan tiga anak Khadijah dari pernikahan dia sebelumnya, Khadijah melalaikan pekerjaannya. Muhammad sering tidak dirumah untuk mengurus anak2. Dia menghabiskan hari2nya menjelajah gua2 dan berkelana dialam pikirannya. Akibat dari melalaikan pekerjaannya itu, kekayaan khadijah menyusut drastis. Ketika Muhammad pindah ke Medina, dia sudah melarat. Para pengikutnyapun orang2 melarat. Mereka entah budak2 atau anak2 muda yg tidak puas dg kehidupan mereka. Para pengikutnya di Medina juga kebanyakan para buruh sengsara yg bekerja bagi orang Yahudi. Tapi beberapa tahun kemudian, Muhammad menjadi orang terkaya di jazirah Arab, memiliki onta, ternak, budak, istri2 dan harta karun. Darimana dia mendapat kekayaan begitu banyak dalam waktu begitu cepat?Melalui perampokan dan perampasan.”
Tulisan ini sangat sesat dan tujuannya hanya menanamkan keyakinan ragu terhadap setiap muslim yang membacanya. Terdapat banyak kesalahan yang entah sengaja dibuat-buat atau sang penulis memang bodoh.

Fitnah pertama:
Khadijah tidak pernah melalaikan pekerjaannya. Melalaikan pekerjaan adalah sifat buruk pada setiap insan. Khadijah adalah sebaik-baik wanita di muka bumi, Rosulullah pun pernah bersabda bahwa sebaik-baik wanita di bumi adalah Khadijah, karena Khadijah adalah wanita yang pertama masuk Islam dan beliau saat itu sangat mendukung dakwah Nabi Saw sampai mengorbankan banyak harta untuk keperluannya. Jadi, sangat tidak mungkin tulisan diatas adalah benar. Hanya setan dan orang bodohlah yang menganggap itu benar!

Fitnah kedua:
Rosulullah Saw menghabiskan hari-harinya dengan menyampaikan ajaran Islam yang kala itu sangat asing bagi Jazirah Arab. Dan beliau tidak pernah menghabiskan hari-harinya untuk menjelajahi gua-gua.

Fitnah ketiga:
Para pengikut Rosulullah Saw bukan orang-orang melarat! Mereka adalah para saudagar-saudagar kaya dari pihak Muhajirin mau pun Anshar. Silahkan baca Nurul Yaqien Juz kedua.
Sebenarnya masih terdapat banyak fitnah-fitnah keji dari tulisan tersebut. Namun yang paling bodoh ialah tulisan mereka yang menganggap bahwa hasil kekayaan Rosulullah Saw adalah hasil perampokan dan perampasan.
Dalam kalimat ini jelas terdapat minimnya pengetahuan mereka dengan menyimpulkan seenaknya. Hal ini semakin terlihat kebodohan si penulis dengan mengutip ayat-ayat Al-Qur’án dan Hadits.
Dijelaskan oleh sang penulis:
“Beberapa ayat Qur’an mendesak Muslim agar merampok orang2 tak bersalah dan menganggap harta orang lain ini sbg sebagai pahala didunia ini dan didunia berikutnya.

وَعَدَكُمُ اللَّهُ مَغَانِمَ كَثِيرَةً تَأْخُذُونَهَا فَعَجَّلَ لَكُمْ هَٰذِهِ وَكَفَّ أَيْدِيَ النَّاسِ عَنكُمْ وَلِتَكُونَ آيَةً لِّلْمُؤْمِنِينَ وَيَهْدِيَكُمْ صِرَاطًا مُّسْتَقِيمًا ٤٨:٢٠
Allah menjanjikan kepada kamu harta rampasan yang banyak yang dapat kamu ambil, maka disegerakan-Nya harta rampasan ini untukmu dan Dia menahan tangan manusia dari (membinasakan)mu (agar kamu mensyukuri-Nya) dan agar hal itu menjadi bukti bagi orang-orang mukmin dan agar Dia menunjuki kamu kepada jalan yang lurus. Qs Al-Fath ayat 20

وَمَا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَىٰ رَسُولِهِ مِنْهُمْ فَمَا أَوْجَفْتُمْ عَلَيْهِ مِنْ خَيْلٍ وَلَا رِكَابٍ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يُسَلِّطُ رُسُلَهُ عَلَىٰ مَن يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ٥٩:٦
Dan apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya (dari harta benda) mereka, maka untuk mendapatkan itu kamu tidak mengerahkan seekor kudapun dan (tidak pula) seekor untapun, tetapi Allah yang memberikan kekuasaan kepada Rasul-Nya terhadap apa saja yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Qs Al-Hashr ayat 6

فَكُلُوا مِمَّا غَنِمْتُمْ حَلَالًا طَيِّبًا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ ٨:٦٩
Maka makanlah dari sebagian rampasan perang yang telah kamu ambil itu, sebagai makanan yang halal lagi baik, dan bertakwalah kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.Qs Al-Anfaal ayat 69

Allah Swt hanya menghalalkan harta rampasan perang (Ghonimah) dan bukan perampasan selain perang. Itu juga pun hanya pada saat harta musuh dalam perang ditinggalkan dalam medan pertempuran.
Juga disebutkan olehnya:
“Hanya orang buta yg tidak dapat melihat bahwa ayat2 diatas ini mendorong Muslim utk berperang sambil menggarong harta orang. Ayat2 itu menunjukkan jenis orang yg menjadi Muslim2 pertama. Bagaimana orang yg punya rasa kemanusiaan bisa menerima tuhan yg memberi hak utk menyerang orang tak bersalah, membunuh mereka dan mengambil istri2 mereka dan harta2nya sebagai rampasan perang ?

Tapi Muhammad tidak sedikitpun malu menjanjikan pengikut2 barbarnya rampasan perang yg diperoleh secara culas dan brutal ini. Ia malah menganggap diri nabi, kesayangan tuhan dan contoh terbaik bagi alam semesta.”
Pertanyaan diatas adalah pertanyaan yang salah serta menunjukan kebodohan besar sang penulis.

Jawaban untuk pertanyaan tersebut sebagai berikut:
Setiap muslim mempunyai rasa kemanusiaan dan rasa kemanusiaan muslim akan bangkit jika agamanya (Islam) dihina dan diinjak-injak oleh orang-orang yang sesat dan berlumur dosa. Rasa kemanusiaan muslim yang dihina agamanya akan bangkit melalui perang melawan manusia yang menghina agamanya.

Tentunya mereka menerima perintah dari Allah Swt dengan akal dan fikiran yang jernih dan bersih. Tidak seperti yang manusia bego yang menanyakan hal seperti diatas. Coba fikirkan dengan otak yang waras, apakah pantas Allah Swt tidak memberi hak untuk menjadikan barang milik musuh-musuh Allah yang telah menghina Allah, menjadi barang kaum muslim selaku pembela Allah dalam pertempuran? Jawabannya tidak !!

Sangat wajar jika Allah memerintahkan untuk merampas harta-harta milik musuh Allah. Logikanya, harta-harta tersebut milik musuh Allah Swt yang sangat membenci Allah Swt dan ajaran yang dibawa Rosul-Nya. Jadi tidak ada alasan bagi para pasukan pembela Allah Swt (Mujahid) untuk mengembalikan harta yang ditinggalkan oleh musuh-musuh Allah. Maka sangat pantas untuk Allah Swt menyuruh kaum muslimin untuk menjadikan hak milik barang yang mereka temukan dalam perang melawan kaum kafir musuh, Allah Swt.

Satu lagi yang mesti digarisbawahi dari tulisan di atas. Rosulullah Saw bukanlah seorang barbar yang culas dan brutal. Orang-orang kafir menganggap begitu karena Islam disebarkan melalui peperangan (menurut mereka). Memang benar bahwa perang menjadi hal yang tidak bisa dilepaskan dari sejarah dakwah Rosulullah, karena dalam dakwah Rosulullah Saw, beliau selalu mendapat tantangan berupa ancaman maupun siksaan dari kaum kafir. Oleh karena itu, perlu adanya suatu tindakan yang tegas menghadpi semua ancaman ini, yaitu perang.

Dalam Islam, perang pun ada aturannya. Rosulullah mengajarkan untuk tidak membunuh anak yang belum dewasa, tidak membunuh wanita, tidak membakar pohon dan rumah, tidak mengganggu pendeta yang beribadah, bahkan beliau mengajarkan untuk tidak membunuh tawanan atau pun pasukan yang berada dalam gerejanya.
Hal inilah yang tidak banyak diketahui oleh mereka yang menafsirkan ayat-ayat Al-Qurán dengan seenaknya. Padahal mereka sama sekali tidak mempunyai ilmu untuk itu.

Dan yang sangat menghina adalah penafsiran tolol dari sejarah Nabi Saw:
“Para pengikut Muhammad tidak punya otak utk mempertanyakan moralitas pembunuhan dan perampokan orang2 tak bersalah, atau mungkin mereka begitu senang mendapat jarahan perang hingga mereka tidak sempat berpikir tentang moralitas. Tapi pastilah pertanyaan ini muncul dibenak mereka, setidaknya bagi mereka yg masih punya rasa kemanusiaan dan moral kebaikan. Mereka pasti bertanya kenapa seseorang yg menyebut dirinya utusan Tuhan dapat merampas harta milik orang lain dg kekerasan. Bagi orang2 demikian Muhammad sudah menyediakan jawaban klisenya : “Itu semua Kehendak Allah” .”
Bicara soal moralitas, Islam sangat menjunjung tinggi itu. Dalam perang saja Islam memilikinya (seperti yang disebutkan diatas), bagaimana dengan kehidupan sehari-harinya? Tentunya pembaca bisa menyimpulkan sendiri.
Sekali lagi saya tegaskan. Pembunuhan yang dimaksud itu hanya dalam perang. Dan umat Islam tidak pernah memulai perang lebih dulu dari musuh!

Tulisan penghujat yang menyatakan bahwa pengikut Muhammad Saw tidak punya otak untuk mempertanyakan moralitas pembunuhan orang-orang yang tak berdosa dan bersalah, adalah tuduhan tanpa alasan. Ini adalah pernyataan yang tak berilmu. Menunjukan kebodohan penulisnya. Umat Islam tidak pernah membunuh orang-orang yang tidak bersalah, melainkan membunuh manusia yang pantas dibunuh, yaitu orang-orang yang menghina Allah dan nabi-Nya.
Silahkan cari dibuku sejarah mana saja yang menyebutkan bahwa Muhammad Saw adalah pembunuh orang-orang yang tak bersalah! Pasti hasilnya nihil, yang ada hanya fitnah kaum kafir yang membencinya.

seharusnya sebelum memvonis mereka memperhatikan secara seksama konteks ayat tersebut dan tentu saja Asbabun Nuzul (sebab sebab turunnya) ayat tersebut maka dalam hal ini saya akan menyampaikan Qs Al Hashr 1-8

سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

audio[59:1] Telah bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan bumi; dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

هُوَ الَّذِي أَخْرَجَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ مِن دِيَارِهِمْ لِأَوَّلِ الْحَشْرِ مَا ظَنَنتُمْ أَن يَخْرُجُوا وَظَنُّوا أَنَّهُم مَّانِعَتُهُمْ حُصُونُهُم مِّنَ اللَّهِ فَأَتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ حَيْثُ لَمْ يَحْتَسِبُوا وَقَذَفَ فِي قُلُوبِهِمُ الرُّعْبَ يُخْرِبُونَ بُيُوتَهُم بِأَيْدِيهِمْ وَأَيْدِي الْمُؤْمِنِينَ فَاعْتَبِرُوا يَا أُولِي الْأَبْصَارِ

audio[59:2] Dia-lah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara ahli kitab dari kampung-kampung mereka pada saat pengusiran yang pertama. Kamu tidak menyangka, bahwa mereka akan keluar dan merekapun yakin, bahwa benteng-benteng mereka dapat mempertahankan mereka dari (siksa) Allah; maka Allah mendatangkan kepada mereka (hukuman) dari arah yang tidak mereka sangka-sangka. Dan Allah melemparkan ketakutan dalam hati mereka;

وَلَوْلَا أَن كَتَبَ اللَّهُ عَلَيْهِمُ الْجَلَاء لَعَذَّبَهُمْ فِي الدُّنْيَا وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابُ النَّارِ

audio[59:3] Dan jika tidaklah karena Allah telah menetapkan pengusiran terhadap mereka, benar-benar Allah mengazab mereka di dunia. Dan bagi mereka di akhirat azab neraka.

ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ شَاقُّوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَمَن يُشَاقِّ اللَّهَ فَإِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

audio[59:4] Yang demikian itu adalah karena Sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa menentang Allah dan Rasul-Nya, Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya.

مَا قَطَعْتُم مِّن لِّينَةٍ أَوْ تَرَكْتُمُوهَا قَائِمَةً عَلَى أُصُولِهَا فَبِإِذْنِ اللَّهِ وَلِيُخْزِيَ الْفَاسِقِينَ

audio[59:5] Apa saja yang kamu tebang dari pohon kurma (milik orang-orang kafir) atau yang kamu biarkan (tumbuh) berdiri di atas pokoknya, maka (semua itu) adalah dengan izin Allah; dan karena Dia hendak memberikan kehinaan kepada orang-orang fasik.

وَمَا أَفَاء اللَّهُ عَلَى رَسُولِهِ مِنْهُمْ فَمَا أَوْجَفْتُمْ عَلَيْهِ مِنْ خَيْلٍ وَلَا رِكَابٍ وَلَكِنَّ اللَّهَ يُسَلِّطُ رُسُلَهُ عَلَى مَن يَشَاءُ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

audio[59:6] Dan apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada RasulNya (dari harta benda) mereka, maka untuk mendapatkan itu kamu tidak mengerahkan seekor kudapun dan (tidak pula) seekor untapun, tetapi Allah yang memberikan kekuasaan kepada RasulNya terhadap apa saja yang dikehendakiNya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

مَّا أَفَاء اللَّهُ عَلَى رَسُولِهِ مِنْ أَهْلِ الْقُرَى فَلِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ كَيْ لَا يَكُونَ دُولَةً بَيْنَ الْأَغْنِيَاء مِنكُمْ وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

audio[59:7] Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada RasulNya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, untuk Rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.

لِلْفُقَرَاء الْمُهَاجِرِينَ الَّذِينَ أُخْرِجُوا مِن دِيارِهِمْ وَأَمْوَالِهِمْ يَبْتَغُونَ فَضْلاً مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوَاناً وَيَنصُرُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُوْلَئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ


audio[59:8] (Juga) bagi orang fakir yang berhijrah yang diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka (karena) mencari karunia dari Allah dan keridhaan-Nya dan mereka menolong Allah dan RasulNya. Mereka itulah orang-orang yang benar.


Ayat ayat tersebut adalah menceritakan tentang Perang Bani Nadhir

Tentang Bani Nadhir
Bani Nadhir adalah salah satu kabilah terbesar bangsa Yahudi yang bermukim di sebelah selatan Madinah sebelum kedatangan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Setelah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah, mereka pun kafir kepada beliau bersama orang-orang kafir Yahudi lainnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri mengadakan ikatan perjanjian dengan seluruh golongan Yahudi yang menjadi tetangga beliau di Madinah.

Sebab-sebab Terjadinya Peperangan
Ketika perang Badr usai, enam bulan setelah peristiwa besar tersebut1, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menemui dan meminta mereka agar membantu beliau dalam urusan diyat (tebusan) orang-orang Bani Kilab yang dibunuh ‘Amr bin Umayyah Adh-Dhamari. Merekapun berkata: “Kami akan bantu, wahai Abul Qasim (maksudnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, red.). Duduklah di sini sampai kami selesaikan keperluanmu!”

Kemudian sebagian mereka memencilkan diri dari yang lain. Lalu setan membisikkan kepada mereka ‘kehinaan’ yang telah ditakdirkan atas mereka. (Dengan bisikan itu) mereka mencoba melakukan intrik keji untuk membunuh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Salah seorang dari mereka berkata: “Siapa di antara kalian yang memegang penggilingan ini, lalu naik ke loteng dan melemparkannya ke kepalanya sampai remuk?”
Orang paling celaka dari mereka, ‘Amr bin Jihasy, berkata: “Aku.”

Namun Sallam bin Misykam berkata kepada mereka: “Jangan lakukan. Demi Allah, pasti Dia akan membongkar apa yang kalian rencanakan terhadapnya. Sungguh, ini artinya melanggar perjanjian antara kita dengannya.”
Lalu datanglah Jibril menceritakan persekongkolan busuk mereka. Beliaupun bangkit dengan cepat dan segera menuju ke Madinah. Para shahabatpun menyusul beliau dan berkata: “Anda bangkit tanpa kami sadari?” Beliau pun menceritakan rencana keji orang-orang Yahudi itu atas beliau.

Setelah itu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengirim utusan kepada mereka untuk memerintahkan: “Keluarlah kalian dari Madinah dan jangan bertetangga denganku di sini. Aku beri waktu sepuluh hari. Siapa yang masih kedapatan di Madinah setelah hari itu, tentu aku tebas lehernya.”
Akhirnya mereka mempersiapkan diri selama beberapa hari. Datanglah kepada mereka gembong munafik Abdullah bin Ubay bin Salul, sembari mengatakan: “Janganlah kalian keluar dari rumah kalian. Karena saat ini aku memiliki sekitar dua ribu pasukan yang siap bertahan bersama di benteng kalian ini. Mereka siap mati membela kalian. Bahkan Bani Quraizhah serta para sekutu kalian dari Ghathafan tentu akan membela kalian.”

Akhirnya Huyai bin Akhthab (pemimpin Bani Nadhir, red.) tergiur dengan bujukan ini dan mengutus seseorang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, mengatakan: “Kami tidak akan keluar dari kampung (rumah-rumah) kami. Berbuatlah sesukamu.”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para shahabat bertakbir, lalu berangkat menuju perkampungan mereka. Saat itu, ‘Ali bin Abi Thalib lah yang membawa bendera beliau.
Merekapun mengepung benteng Yahudi ini dan melemparinya dengan panah dan batu. Ternyata Bani Quraizhah meninggalkan Bani Nadhir. Bahkan sekutu mereka, Ibnu Ubay dan Ghathafan juga mengkhianati mereka.

Kesimpulan
Jadi sangat Jelas bahwa Pemicu terjadinya Perang Bani Nadhir adalah karena ada usaha usaha untuk melakukan Pembunuhan terhadap Nabi Muhammad Saw

Berdasarkan ayat-ayat sebelumnya dari surat Al-Hasyr, maka pengetian HARTA RAMPASAN yang dipertanyakan oleh pembela adalah harta yang berasal dari tangan musuh, yakni orang-orang kafir (fasik) yang telah kalah berperang dalam menegakkan agama Allah SWT. Jadi harta tersebut amat berbeda dengan harta yang diperoleh oleh para penjajah yang mendasari perangnya dengan nafsu untuk mengeruk sebanyak-banyaknya kekayaan pribumi negeri yang dijajahnya. Contoh kekayaan yang diperbolehkan diambil dari musuh (bukan pribumi terjajah) yang kalah perang adalah senjata-senjata, perbekalan, kendaraan, dan bila diperlukan lainnya yang ada di wilayah musuh yang kalah perang sebagai penebusan yang wajar untuk pembebasannya kemudian. Yang wajar dalam arti tidak sampai harus menjadikan musuh yang telah mengakui kalah perang itu menderita ketika dibebaskan atau ditinggalkan kembali.
Harta musuh yang dirampas itupun digunakan di jalan Allah, seperti : dibagikan kepada fakir miskin, para khafilah, pejuang agama dan sebagainya selain yang digunakan untuk perjuangan menegakkan Islam berikutnya. Jadi bukan semata untuk memperkaya diri Nabi beserta pasukannya.
Pengertian Rampasan menjadi negatif jika dimaksudkan sebagai harta yang diperoleh secara paksan dari orang lain tidak dalam konteks peperangan yang bertujuan baik, seperti membebaskan penduduk dari kekejaman penguasa, menegakkan agama dan sebagainya.
Pengertian rampasan perang menjadi positif manakala dimaksudkan sebagai harta yang diperoleh sebagai pengganti yang wajar dari musuh yang telah mengakui kalah dalam berperang untuk pembebasannya kemudian (dibiarkan hidup) dan selama tidak menjadikannya sengsara (tidak dapat melanjutkan hidup).

Sekarang agar bisa melihat Apakah sdr Penghujat bisa menilai persoalan ini Obyektif atau tidak maka perlu sekali menyampaikan Kisah pembanding yaitu kisah yang tercatat didalam Alkitab :
yaitu Kitab Bilangan 31

31:1 TUHAN berfirman kepada Musa:
31:2 “Lakukanlah pembalasan orang Israel kepada orang Midian; kemudian engkau akan dikumpulkan kepada kaum leluhurmu.”
31:3 Lalu berkatalah Musa kepada bangsa itu: “Baiklah sejumlah orang dari antaramu mempersenjatai diri untuk berperang, supaya mereka melawan Midian untuk menjalankan pembalasan TUHAN terhadap Midian.
31:4 Dari setiap suku di antara segala suku Israel haruslah kamu menyuruh seribu orang untuk berperang.”
31:5 Demikianlah diserahkan dari kaum-kaum Israel seribu orang dari tiap-tiap suku, jadi dua belas ribu orang bersenjata untuk berperang.
31:6 Lalu Musa menyuruh mereka untuk berperang, seribu orang dari tiap-tiap suku, bersama-sama dengan Pinehas, anak imam Eleazar, untuk berperang, dengan membawa perkakas tempat kudus dan nafiri-nafiri pemberi tanda semboyan.
31:7 Kemudian berperanglah mereka melawan Midian, seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa, lalu membunuh semua laki-laki mereka.
31:8 Selain dari orang-orang yang mati terbunuh itu, merekapun membunuh juga raja-raja Midian, yakni Ewi, Rekem, Zur, Hur dan Reba, kelima raja Midian, juga Bileam bin Beor dibunuh mereka dengan pedang.
Dalam Ayat ini ada Perintah dari Tuhannya Musa untuk melakukan Pembalasan terhadap orang Median,maka Tunjukan Kesalahan Orang Median hingga ia harus diperangi dan dibantai!

Tentang Harta Rampasan
sebaiknya anda baca juga ayat ayat ini!

31:25 TUHAN berfirman kepada Musa:
31:26 “Hitunglah jumlah rampasan yang telah diangkut, yang berupa manusia dan hewan–engkau ini dan imam Eleazar serta kepala-kepala puak umat itu.
31:27 Lalu bagi dualah rampasan itu, kepada pasukan bersenjata yang telah keluar berperang, dan kepada segenap umat yang lain.
31:28 Dan engkau harus mengkhususkan upeti bagi TUHAN dari para prajurit yang keluar bertempur itu, yakni satu dari setiap lima ratus, baik dari manusia, baik dari lembu, dari keledai dan dari kambing domba;
31:29 dari yang setengah yang telah didapat mereka haruslah engkau mengambilnya, lalu menyerahkannya kepada imam Eleazar, sebagai persembahan khusus bagi TUHAN.
31:30 Tetapi dari yang setengah lagi yang untuk orang Israel lain haruslah engkau mengambil satu ambilan dari setiap lima puluh, baik dari manusia, baik dari lembu, dari keledai dan dari kambing domba, jadi dari segala hewan, lalu menyerahkan semuanya kepada orang Lewi yang memelihara Kemah Suci TUHAN.”
31:31 Kemudian Musa dan imam Eleazar melakukan seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa.
31:32 Adapun rampasan, yakni yang masih tinggal dari apa yang telah dijarah laskar itu berjumlah: enam ratus tujuh puluh lima ribu ekor kambing domba
31:33 dan tujuh puluh dua ribu ekor lembu,
31:34 dan enam puluh satu ribu ekor keledai,
31:35 selanjutnya orang-orang, yaitu perempuan-perempuan yang belum pernah bersetubuh dengan laki-laki, seluruhnya tiga puluh dua ribu orang.
31:36 Yang setengah yang menjadi bagian orang-orang yang telah keluar berperang itu jumlahnya tiga ratus tiga puluh tujuh ribu lima ratus ekor kambing domba,
31:37 jadi upeti bagi TUHAN dari kambing domba itu ada enam ratus tujuh puluh lima ekor;
31:38 lembu-lembu tiga puluh enam ribu ekor, jadi upetinya bagi TUHAN ada tujuh puluh dua ekor;
31:39 keledai-keledai tiga puluh ribu lima ratus ekor, jadi upetinya bagi TUHAN ada enam puluh satu ekor;
31:40 dan orang-orang enam belas ribu orang, jadi upetinya bagi TUHAN tiga puluh dua orang.
31:41 Lalu Musa menyerahkan upeti yang dikhususkan bagi TUHAN itu kepada imam Eleazar, seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa.

31:42 Yang setengah lagi yang menjadi bagian orang Israel lain, yang dipisahkan Musa dari bagian orang-orang yang telah berperang itu,
31:43 yaitu yang setengah yang menjadi bagian umat yang lain itu: domba-domba tiga ratus tiga puluh tujuh ribu lima ratus ekor,
31:44 lembu-lembu tiga puluh enam ribu ekor,
31:45 keledai-keledai tiga puluh ribu lima ratus ekor,
31:46 dan orang-orang enam belas ribu orang.
31:47 Lalu Musa mengambil dari yang setengah yang menjadi bagian orang Israel lain itu satu ambilan dari setiap lima puluh, baik dari manusia baik dari hewan, kemudian menyerahkan semuanya kepada orang Lewi yang memelihara Kemah Suci, seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa.
31:48 Lalu mendekatlah para pemimpin tentara, yakni kepala-kepala pasukan seribu dan kepala-kepala pasukan seratus, kepada Musa
31:49 serta berkata kepadanya: “Hamba-hambamu ini telah menghitung jumlah prajurit yang ada di bawah kuasa kami dan dari mereka tidak ada seorangpun yang hilang.
31:50 Sebab itu kami mempersembahkan sebagai persembahan kepada TUHAN apa yang didapat masing-masing, yakni barang-barang emas, gelang kaki, gelang tangan, cincin meterai, anting-anting dan kerongsang untuk mengadakan pendamaian bagi nyawa kami di hadapan TUHAN.”
31:51 Maka Musa dan imam Eleazar menerima dari mereka emas itu, semuanya barang-barang tempaan.
31:52 Dan segala emas persembahan khusus yang dipersembahkan mereka kepada TUHAN, yakni yang dari pihak kepala-kepala pasukan seribu dan kepala-kepala pasukan seratus, ada enam belas ribu tujuh ratus lima puluh syikal beratnya.
31:53 Tetapi prajurit-prajurit itu masing-masing telah mengambil jarahan bagi dirinya sendiri.
31:54 Setelah Musa dan imam Eleazar menerima emas itu dari pihak kepala-kepala pasukan seribu dan kepala-kepala pasukan seratus,maka mereka membawanya ke dalam Kemah Pertemuan sebagai peringatan di hadapan TUHAN untuk mengingat orang Israel.
apa menurut anda ayat ayat tersebut Tuhannya Musa tidak menghalalkan rampasan Perang?
Fakta di KItab Bilangan 31 :25-54 tidak sekedar menghalalkan tetapi justru Tuhan Musa minta Upeti dari rampasan Perang!
dan ingin jelas lagi perhatikan kata kata yang saya bold
apa anda tidak pernah membaca ayat ayat tersebut?
atau anda bisa juga baca harta Rampasan yang dikhususkan hanya untuk Tuhan
Yosua 6:17-19
6:17 Dan kota itu dengan segala isinya akan dikhususkan bagi TUHAN untuk dimusnahkan; hanya Rahab, perempuan sundal itu, akan tetap hidup, ia dengan semua orang yang bersama-sama dengan dia dalam rumah itu, karena ia telah menyembunyikan orang suruhan yang kita suruh.
6:18 Tetapi kamu ini, jagalah dirimu terhadap barang-barang yang dikhususkan untuk dimusnahkan, supaya jangan kamu mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhususkan itu setelah mengkhususkannya dan dengan demikian membawa kemusnahan atas perkemahan orang Israel dan mencelakakannya.
6:19 Segala emas dan perak serta barang-barang tembaga dan besi adalah kudus bagi TUHAN; semuanya itu akan dimasukkan ke dalam perbendaharaan TUHAN.”

Dan dari fakta sejarah semua orang sudah sangat tahu, bahwa agama apa yg disebarkan melalui penjajahan, imperialisme, kolonialisme dg motto yg sangat terkenal : Gold, glory & gospel. Kaum manakah yg haus kekuasaan dan harta kekayaan negara lain sekaligus menyebarkan agama dengan cara yg hina.wallahua'alam bishshowab